Sungguh hebat sosok seorang Boediono, yang bisa memposisikan diri sebagai seorang pejabat yang bersih. Padahal tangan kotornya sudah merekayasa bailout Bank Century sehingga bisa menggelembungkan sampai Rp 6.7 triliun sebagai bancakan.
Citra tersebut pun terus dimunculkan dengan air muka tanpa berdosa dengan mengatasnamakan rakyat. Sekarang kita ingin lihat apa sih sebenarnya yang dikerjain Boediono selama jadi Wakil Presiden? Sumber berita dari Kantor Wapres mengindikasikan sebuah proyek besar yang sedang diincar Boediono.
Sebagai ekonom, dia yakin bahwa aset bernilai tinggi adalah properti. Terutama yang berlokasi di DKI Jakarta. Untuk itu, Wapres meluncurkan proyek untuk menguasai tanah seluas-luasnya. Strateginya pun pintar, yaitu dengan menguasai bantaran banjir Ciliwung di daerah Pengadegan, Kebon Baru dan Manggarai.
Di daerah tersebut sungai Ciliwung membelok seperti huruf U yang disebut meander, sehingga berfungsi ‘memanjangkan’ sungai untuk bisa menampung air lebih banyak, sehingga di daerah hilir tidak kebanjiran. Tetapi, daerah tersebut akan disodet sungainya oleh Boediono sehingga dapat mengkonversi lahan meander yang luas untuk kepentingan pribadinya. Tentunya dia tidak lupa untuk mengatasnamakan rakyat karena dia juga akan membangun kompleks properti termasuk di dalamnya Rusunawa.
Dengan sodetan di Pengadegan dan Kebon Baru, tentunya potensi banjir Ciliwung di daerah hilir akan semakin besar.
Begitu canggih, kasar, dan ganasnya seorang neolib seperti Boediono. Tetapi rakyat harus cepat bertindak supaya upaya manipulasi lahan seperti ini bisa dicegah dan dibatalkan.